Dalam undangan yang saya terima, jelas-jelas ditulis bahwa rapat akan dimulai pada pukul 10.00 tepat. Jadi ketika saya selesai mandi siang itu sekitar setengah sepuluh dan ternyata motor dipinjam tetangga, saya sudah mulai uring-uringan ~ walaupun sekedar dalam hati.
Bukannya keberatan motor dipinjam, tetapi waktunya yang tidak tepat. Jam 10.00 tepat motor datang dan saya langsung meluncur menuju tempat rapat. Karena belum pernah datang ke sana, saya sempat harus tanya-tanya dulu sebelum akhirnya sampai di sebuah rumah dengan teras yang cukup luas dan halaman yang rimbun dengan pepohonan. Teduh.
Saya menyalami tuan rumah dan beberapa undangan lain yang sudah datang. Jam 10:30. Hmm … Harusnya saya sudah terlambat. Tetapi kelihatannya rapat belum dimulai. Jadilah kami ngobrol sambil menunggu undangan lain datang.
Satu persatu tamn yang lain datang. Waktu berjalan. Dan akhirnya rapat (baru) dimulai ketika jarum jam menunjukkan jam 11:50. Huh !!!
Rapatnya sendiri sih berjalan dengan lancar. Pemimpin rapat juga kelihatan berusaha keras untuk memandu rapat agar tidak terlalu melenceng jauh dari topik yang diagendakan. Walaupun tak urung satu dua pembicaraan kadang-kadang menyimpang juga. Pukul 14:55 rapat akhirnya selesai.
Dilanjutkan makan siang bersama ~ (yang mungkin lebih tepat disebut makan sore bersama hihihi). Setelah makan, kami langsung menerapkan jurus SMP. Setelah Makan Pulang.
Sampai rumah jam 15:30 karena harus mengantar tumpangan yang memang tinggal satu komplek. Dan sambutan yang saya peroleh adalah : ” Rapat apaan aja sich? Jam segini baru pulang? Gak sekalian aja nginep !!!“
Saya kadang memang sering memikirkan mengenai kebiasaan ngaret ini. Padahal kalau bisa dimulai tepat waktu, harusnya tidak membuang 2 jam hanya untuk menunggu orang lain yang mungkin memang sedang ada halangan. Sepertinya bakal susah kalau mau minta ijin rapat lagi nih. Hehehehe
& Komentar
Desember 13, 2007 pukul 10:53 pm
Seharusnya, kalo emang rapat dimulai jam 10, undangannya jam 8. Pasti deh tepat waktu ntar mulainya…hehehehehe…
Btw, salam kenal ya pak…
Desember 14, 2007 pukul 12:08 pm
masih untung cuma nunggu 50 menit… biasanya malah udh nunggu sejam..truss dicancel deh… hehe, di sini waktu memang tak punya nyawa…